Senin, 25 Oktober 2010

Penerapan Perencanaan Pada Organisasi Pemuda

1.1 PENDAHULUAN 

Perencanaan merupakan salah satu mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa Program Studi . Mata kuliah ini merupakan muara penerapan bidang keilmuan perencanaan wilayah dan kota, dengan fokus kajian pada praktek Perencanaan Wilayah (Regional Planning). Mahasiswa melakukan kegiatan mandiri mulai dari penentuan lokasi studi, melakukan survey lapangan, pengolahan dan analisis data, penyusunan laporan, dan pelaksanaan workshop serta ekspose hasil perencanaan. 



1.2 ISI 

Latar Belakang Pendidikan tinggi merupakan bagian dari system pendidikan nasional, mempunyai tujuan umum sebagaimanatercantum dalam Pasal 2 Peraturan Pemerintah Nomor : 30 Tahun 1990, yaitu : 1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademikdan professional yang dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian. 2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian sertta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional.

Ketimpangan kegiatan ekonomi antara perdesaan dan perkotaan masih menjadi problematika pembangunan saat ini. Dalam upaya mempercepat pembangunan perdesaan, perlu diamati apakah intervensi yang dilakukan baik oleh pemerintah, swasta maupun masyarakat terutama untuk meningkatkan pelayanan publik (seperti pendidikan, kesehatan, dan transportasi) bagi masyarakat perdesaan. Prinsip berkeadilan ekonomi ditelusuri kepentingannya dalam ketimpangan kota desa masih tergolong baru. Prinsip ini sendiri diturunkan dari prinsip berkeadilan lingkungan (environmental justice) dimana isu ras, etnis menentukan apakah suatu wilayah akan mendapatkan dampak negatif sementara dampak positif dirasakan di daerah lainnya. Di Indonesia, wilayah tertinggal yang tercatat akan dipercepat pembangunannya berlokasi di perdesaan. Ketidakadilan dalam pelayanan publik ini secara tidak langsung berakibat pada ketidakadilan ekonomi. Dalam semangat untuk mendorong percepatan pembangunan di wilayah perdesaan, maka penelitian ini mendukung adanya introduksi konsep atau prinsip yang harus menggeser keberpihakan, dari perkotaan (urban centered) menjadi perdesaan, yang terutama akan memberi dampak pada pembangunan pelayanan publik. Penelitian ini akan menitikberatkan pada realitas di lapangan, untuk menunjukkan bagaimana prinsip kesetaraan dan berkeadilan ekonomi telah berjalan dalam konteks pembangunan perdesaan. Lebih lanjut akan dikenali pola, struktur dan orientasi dari pelayanan publik di perdesaan. Pelayanan publik tersebut akan berupa di sektor kesehatan, pendidikan dan penggunaan infrastruktur. Penelitian ini akan memadukan antara pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif menitikberatkan pada operasi statistik untuk mengenali karakteristik dan pola pemanfaatan sumber daya, pelayanan publik di perdesaan. Penelitian ini akan menghasilkan baik laporan akademik (jurnal) maupun model kebijakan yang dapat direkomendasikan.


1.3 KESIMPULAN

Insan akademis harus memiliki sense of crisis yaitu peka dan kritis terhadap masalah-masalah yang terjadi di sekitarnya saat ini. Hal ini akan tumbuh dengan sendirinya bila mahasiswa itu mengikuti watak ilmu, yaitu selalu mencari pembenaran-pembenaran ilmiah. Dengan mengikuti watak ilmu tersebut maka mahasiswa diharapkan dapat memahami berbagai masalah yang terjadi dan terlebih lagi menemukan solusi-solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.



1.4 DAFTAR PUSTAKA 
www.google.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar